FYI

Mengenal Direct Shift Gearbox, Sistem Transmisi Terbaik Untuk Mobil Kencang

44views

Direct Shift Gearbox (DSG) atau lebih populer disebut Dual Clutch Transmission adalah kompromi terbaik antara transmisi manual dan otomatis. Perpindahan gear-nya tidak hanya lebih cepat dari transmisi otomatis tetapi juga transmisi manual sekalipun.

Transmisi CVT memang tak buruk namun karakternya tergolong membosankan saat berakselerasi di mana putaran mesin cenderung konstan walau kecepatan terus meningkat. Belum lagi transmisi dengan sabuk baja ini masih kurang ideal untuk meladeni mobil-mobil bertorsi buas. Lain halnya dengan DSG yang responsif sekaligus efisien, lebih bandel meladeni torsi dahsyat, dan sensasi yang menyenangkan mirip manual saat diajak bermain kasar.

DSG secara sederhana adalah dua transmisi manual dengan sepasang kopling yang disatukan dalam satu rumah dan bekerja bersamaan secara otomatis. Satu kopling bertugas ‘memegang’ kumpulan gear ganjil (1,3,5,7, dan mundur) sementara satu kopling lagi terhubung dengan gear genap (2,4,6). Ketika mobil bergerak dengan gear pertama maka gear kedua telah siaga. Proses upshift-nya berlangsung hanya dalam 8 mili detik. Sementara transmisi Sequential  Manual Transmission seperti pada Ferrari F430 Scuderia membutuhkan waktu 60 milidetik.

Meski baru populer dalam satu dekade terakhir, DSG telah diciptakan oleh Adolphe Kégresse, seorang insinyur militer Perancis pada tahun 1935. Sayangnya meski sukses diujicobakan pada sebuah Citröen Traction Avant, transmisi ini dianggap terlalu mahal dibandingkan transmisi otomatis biasa yang menggunakan konverter torsi. Baru di awal 1980-an Porsche menghidupkannya kembali untuk mobil balap Le Mans 956 dan 962. Selanjutnya disusul mobil rally Audi Quattro dan baru dua puluh tahun kemudian ditemui pada mobil massal sekelas Volkswagen Golf.

Sayangnya transmisi ini sampai sekarang hanya didesain dan diproduksi oleh BorgWagner untuk Volkswagen Group, kecuali DSG untuk Bugatti Veyron yang dibuat oleh perusahaan engineering Inggris Ricardo.

Permasalahan pada sistem pengontrol elektronik  sering ditemui khususnya pada transmisi DSG 7 percepatan seri DQ200 dan DQ250. Dimana gear macet atau tak mau berpindah, yang diduga karena hubungan pendek pada sistem elektronik akibat kontaminasi sulfur dari oli transmisi. Konon transmisi ini pun masih jauh lebih mahal dari transmisi otomatis ZF 8 percepatan yang lebih populer digunakan oleh mobil-mobil premium Eropa. Selain karena masalah elektronik dan biaya produksi yang tinggi, transmisi DSG masih menyimpan potensi  yang belum tertandingi.

Leave a Response

admin
content manager